nama ; igede winada putra

nim    :2102071017 

                                                                         naskah

 

     Pandemi dan Dunia Pendidikan Indonesi


Pada tahun 2020 lalu masyarakat dunia dikejutkan dengan muncul dan merebaknya secara massif virus yang mematikan yakni coronavirus disease 2019 (COVID-19). Virus ini dianggap serius dikarenakan berkembangnya sangat cepat, dimana dapat menyebabkan infeksi lebih parah dan gagal organ sehingga orang dengan masalah kesehatan sebelumya lebih cepat mengalami kondisi darurat ketika terpapar virus ini. Sehingga, pada tanggal 11 Maret 2020 WHO menetapkan virus corona sebagai pandemi. Berdasarkan data worldometers, data terakhir yang dirilis perminggu (05/09/2021) jumlah kasus virus corona di dunia tercatat 221.140.011 kasus dengan data kematian akibat Covid-19 berjumlah 4.575.771 jiwa. Di Indonesia sendiri hingga saat ini Selasa (21/9/2021) terus mengalami penambahan kasus, sehingga total kasus mencapai 4.195.958 kasus dengan total 140.805 yang dinyatakan meninggal dunia.

Berbagai upaya ditempuh pemerintah Indonesia untuk menekan penyebaran virus covid-19 yang sangat cepat ini termasuk lockdown, PSBB, dan terakhir PPKM. Akbibatnya mayoritas kegiatan di beberapa lembaga baik formal maupun non formal, baik lembaga komersil maupun jasa dirumahkan, tidak terkecuali lembaga pendidikan semuanya terdampak selama hampir 2 tahun pandemi berlangsung. Langkah tersebut ditempuh untuk menghindari masyarakat berkerumun, dimana berkerumun merupakan salah satu penyebab utama penyebaran virus covid-19.

Pandemi COVID-19 telah membawa perubahan besar pada sektor pendidikan di Indonesia. Sejak Maret 2020 ketika kasus COVID-19 pertama muncul di Indonesia, presiden Joko Widodo pun telah mengambil langkah untuk menghentikan proses pembelajaran tatap muka dan membuat kebijakan pembelajaran jarak jauh guna menekan penyebaran virus. Dalam proses pembelajaran jarak jauh tersebut kegiatan belajar mengajar menggunakan perangkat elektronik seperti hp, laptop dan komputer melalui jaringan internet atau daring

Dunia pendidikan Indonesia sekali lagi mendapatkan serangan yang masif dan bertubi-tubi akibat pandemi covid-19. Sebab, dampak kebijakan tersebut sangat terasa pada dunia pendidikan, karena kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara tatap muka dilarang untuk diselenggarakan lagi. Lebih dari 60 juta siswa di Indonesia diwajibkan untuk belajar dari rumah masing-masing. Selain itu dengan digitalisasi pendidikan menuntut sivitas akademik baik guru dan siswa untuk menguasai perangkat teknologi digital, yang pada akhirnya akan semakin membuka tabir dunia pendidikan Indonesia yang kelam. Pandemi semakin memperlihatkan bagaimana potret kesenjangan pendidikan di Indonesia sebenarnya terjadi dan membuat kesenjangan itu semakin lebar jaraknya. Ketimpangan penguasaan teknologi dan tidak meratanya infrastruktur serta akses pendidikan antara pelajar dari kalangan mampu dan tidak mampu makin terlihat jelas.

Kesenjangan pendidikan menjadi tantangan terbesar dan terberat bagi masa depan pendidikan Indonesia. Peserta didik kita saat ini notabenya merupakan generasi emas Indonesia dimana mereka seharusnya mendapatkan hak pendidikan yang layak dan ternyata tidak semua peserta didik Indonesia memiliki akses terhadap pendidikan yang baik di masa pandemi ini. Hampir berjalan kurang lebih 2 tahun kegiatan belajar di rumah, peserta didik Indonesia banyak mengalami hambatan dan kesulitan. Mereka juga merasakan bahwa pandemi telah membuat beban di pundak mereka semakin berat saja akibat dituntut untuk memahami pelajaran sekolah melalui media digital daring.

Fenomena peserta didik di daerah yang harus berjalan berkilo-kilometer hanya untuk mendapat sinyal internet agar dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh. Tidak sedikit bagi mereka yang tidak memiliki HP atau komputer harus meminjam HP tetangga agar bisa mengikuti pembelajaran. Banyak pula yang kerempongan hanya untuk dapat membeli kuota internet. Pada kenyataannya, gurupun merasakan kesulitan sama yang dihadapi oleh peserta didik disebabkan kualitas guru sendiri terutama didaerah masih sangat rendah. Alhasil menimbulkan masalah-masalah baru seperti kekerasan pada anak di rumah, putus sekolah, bahkan meningkatnya anak menikah di usia dini.

Pada umumnya yang mengalami hambatan besar adalah peserta didik dari daerah 3T (Terdepan, terpencil, tertinggal) dan masyarakat kelas menengah ke bawah, dimana meraka mayoritas tidak memiliki fasilitas belajar seperti laptop/computer dan HP. Minimnya kemampuan membeli kuota internet, sulitnya akses terhadap sinyal dan kondisi rumah tangga dan lingkungan yang kurang mendukung juga menyulitkan mereka untuk mengikuti proses belajar, sehingga ketinggalan materi sangat jauh.

Peserta didik dari kalangan menengah ke atas atau elite barangkali tidak akan menemui kendala berarti dalam proses pembelajaran jarak jauh karena ketersediaan fasilitas, penguasaan teknologi, pendidik yang berkualitas, dan lingkungan yang mendukung. Mereka dengan mudah mengikuti setiap pembelajaran dan akan berjalan melesat jauh melampaui siswa dari kalangan miskin. Kegiatan pembelajaran jarak jauh seperti ini hanya membuat gap atau jurang pendidikan semakin lebar.

Masalah ini merupakan masalah besar dan akan menjadi bob waktu untuk bangsa Indonesia. Kondisi kegiatan belajar mengajar yang tidak berjalan dengan sempurna akibat ketidakmampuan mengakses pembelajaran daring akan berdampak pada stagnansi bahkan turunnya kemampuan peserta didik yang merupakan generasi emas bangsa Indonesia. Pada gilirannya mengakibatkan ketimpangan pendidikan yang akan berpengaruh pula pada visi Indonesia 2045 yakni menjadi negara yang Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur tepat pada hari kemerdekaan yang ke 100 tahun. Visi 2045 berlandaskan pada 4 Pilar, dimana pada pilar pertama yakni pembangunan manusia dan penguasaan IPTEK, dengan peningkatan taraf pendidikan rakyat Indonesia secara merata tidak dapat dijalankan sesuai harapan.Jika kondisi ini jika dibiarkan dan pemerintah tidak mengambil kebijakan yang strategis, maka bukan tidak mungkin pada akhirnya selain visi Indonesia 2045 tidak tercapai, jumlah penduduk miskin, angka putus sekolah, pengangguran, pernikahan usia dini akan memperberat beban Indonesia dimasa depan. Maka Indonesia jelas akan menjadi Negara tertinggal sebab kurangnya kesiapan menghadapi persaingan global.

             Pertanyaanya adalah akankah impian besar Indonesia yang tertuang dalam visi Indonesia 2045 yakni menjadi negara yang Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur hanya selogan belakang, tidak terealisasikan ? tentu jawabannya tersebut tergantung dari komitmen pemerintah dalam menyediakan akses dan infrastruktur pendidikan yang adil dan merata.

 

Dunia pendidikan terdampak imbas sangat besar di masa pendemi ini, sekolah tatap muka langsung belum dibolehkan, karena kita harus turut memutus wabah mata rantai virus covid19 , jangan sampai terkena pada generasi penerus bangsa. Banyak tantangan yang harus dihadapi dalam pendidikan di masa pandemi ini, antara lain

       Peran Guru

Guru dituntut untuk berfikir kreatif dan inovatif dalam memberikan pembelajaran secara daring, sehingga anak anak tidak jenuh dalam menerima pembelajaran tersebut, bagaimana tingkat pemahaman anak atas materi materi yang telah diberikan secara daring, melalui dialog interaktif antara guru dan anak, menimbulkan tingkat pemahanan anak atas materi yang baik.

      Peran Anak

Anak dituntut untuk selalu mengikuti daring dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dalam pembelajaran tersebut secara tuntas. Anak harus belajar secara virtual, di mana dialog interaktif antara guru dan anak tidak semudah kalau secara tatap muka. Tingkat pemahaman anak atas materi yang diberikan tentulah berbeda beda, banyak yang tingkat pemahaman kurang, karena ketidaksungguhan dalam proses pembelajaran. Ada dan tidak adanya orangtua tau lainnya  yang melakukan pendampingan. Di samping itu fasilitas anak yang dimiliki dari berbeda beda seperti Jenis handphone, jenis laptop, provider yang digunakan dan jumlah kuota yang dimiliki.

      Peran Orangtua

Orangtua di saat pembelajaran daring sangat diperlukan oleh anak, terutama pada anak-anak tingkat SD, orang tua dituntut untuk dapat menjelaskan apa yang dijelaskan oleh pengajar, dan dapat membantu mengerjakan tugas pekerjaan rumah anak-anak. Peran penting orangtua lainnya yang sangat penting memberikan   fasilitas seperti handphone, laptop, internet, kuota dan bahan-bahan untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Hal ini memicu kesenjangan karena di saat pandemic ini banyak sekali pemutusan hubungan kerja di kalangan buruh, pemotongan gaji karena dampak pandemi dan berkurangnya penghasilan bagi pelaku UMKM. Jangankan untuk memberikan fasilitas pendidikan, untuk makan saja sulit. Dengan demikian, ketika anak tidak bisa mengikuti pembe;ajaran, sehingga menimbulkan keputusaasaan dan menimbulkan putus sekolah.

Peran Pemerintah.

Peran pemerintah sangat penting dalam memberikan kualitas pendidikan kepada anak bangsa, karena pendidikan adalah kunci dari kenberhasilan sumber daya manusia suatu Negara. Di tangan anak-anaklah ke depannya kita bisa menjadi maju.Peran Pemerintah di sini, bagaimana dapat memberikan handphone ataupun laptop kepada anak-anak yang orangtuanya kurang mampu, memberikan kuota kepada anak-anak sekolah dan memberikan dana lebih untuk kebutuhan pokok sehari-hari atas keluarga yang kurang mampu akibat dirumahkan, pemutusan hubungan kerja, pelaku UMKM yang mengalami keterpurukan dan saat ini pun nelayan bersedih karena harga ikan menuun, sementara tangkapan ikan pun menurun.Dalam memberikan dana tersebut, Pemerinah haruslah selektif, agar dana-dana tersebut dapat tepat sasaran dan efektif sampai kepada yang memang benar-benar memerlukan.

Di samping itu, Pemerintah berperan dalam memberikan pelatihan kepada tenaga pendidik yang ada serta merekrut tenaga tenaga pendidik yang berkualitas. Tidak kalah penting Pemerintah memberikan fasilitas media pembelajaran untuk tenaga pendidik, sehingga walau di masa pandemi tetap menghasilkan pendidikan yang berkualitas, tercipta generasi unggul penerus bangsa.

Kementerian Kuangan di masa pandemi ini pun akan mewarnai dunia pendidikan, di mana setiap tahunnya Kementerian Keuangan mempunyai kegiatan  mengajar selama satu hari di sekolah, yang telah berlangsung 4 tahun. Pada kegiatan di tahun ke-5 ini  akan mengajarkan bagaimana peran Kementerian Keuangan dalam upaya menjaga ekonomi negeri dan memperkenalkan profesi yang ada di Kementerian Keuangan,  juga akan mengajarkan nilai-nilai dan semangat yang ada dibawa oleh Kementerian Keuangan. Kegiatan ini mengusung semangat kesukarelaan, panitia tidak memungut biaya apapun pada sekolah dan pegawai yang mengikuti Kemenkeu Mengajar juga tidak akan mendapatkan pembayaran, baik honor maupun SPD. Biaya yang ditimbulkan atas penyelenggaraan kegiatan ini tidak dibebankan pada APBN. Karena masa depan Indonesia yang lebih baik adalah imbalan yang pantas dalam upaya turut mencerdaskan kehidupan bangsa seperti Kemenkeu Mengajar ini.

Namun ada yang berbeda pada kegiatan Kemenkeu Mengajar 5 di masa pandemi ini, kegiatan dilaksanakan secara virtual/daring, tidak ada tatap muka pada hari mengajar, seluruh relawan perlu kreatif dalam membawa suasana kegiatan belajar mengajar secara daring,pada kegiatan ini. Kemenkeu Mengajar membuka pendaftaran bagi sekolah yang ingin berkolaborasi di Kemenkeu Mengajar agar relawan dapat mengajar di sekolahnya,  melibatkan jenjang SMP, SMA, dan sederajat, baik swasta maupun negeri di seluruh Indonesia.

Keberhasilan Kemenkeu Mengajar 5 ini haruslah mendapat dukungan dari kita semua insan Kemenkeu. Semoga sukses Kegiatan Kemenkeu Mengajar 5 yang akan diselenggarakan pada tanggal 30 November 2020 nanti. Semoga pandemi Covid19 segera berlalu dan masalah-masalah kehidupan berbangsa dan bertanah air dapat berjalan kembali secara normal dalam segala bidang.

 

Update Covid-19 per 25 September 2021: Positif 4.206.253, Sembuh 4.020.801, Meninggal 141.38

 


Kasus harian positif Covid-19 kembali bertambah, Sabtu (25/9/2021). Ada kenaikan sebanyak 2.137 orang, sehingga total pasien positif terhitung sejak Maret 2020 hingga kini menjadi 4.206.253 jiwa.

Sementara itu, pasien sembuh dan telah terbebas dari Covid-19 tercatat ada 3.746 orang. Maka total keseluruhan kasus sembuh di Indonesia telah menyentuh angka 4.020.801 orang.

Sedangkan kasus kematian di Tanah Air bertambah 123 orang. Maka secara nasional, jumlah keseluruhan warga yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 mencapai 141.381 jiwa.

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Jumat, 24 September 2021, pukul 12.00 WIB hingga hari ini, Sabtu (25/9/2021) pada jam yang sama.


Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tapi juga di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat dan ada faktor penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menyatakan pasien nomor 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan ruang isolasi.

Pemerintah kemudian melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang penyebarannya kian meluas. Di antaranya dengan mengeluarkan sejumlah aturan guna menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan-aturan itu dikeluarkan baik dalam bentuk peraturan presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP) hingga keputusan presiden (keppres)

Salah satunya Keppres Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Keppres ini diteken Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020. Gugus Tugas yang saat ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ini dibentuk dalam rangka menangani penyebaran virus Corona.

Gugus Tugas memiliki sejumlah tugas antara lain, melaksanakan rencana operasional percepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan virus Corona.

Sementara itu, status keadaan tertentu darurat penanganan virus Corona di Tanah Air ternyata telah diberlakukan sejak 28 Januari sampai 28 Februari 2020. Status ditetapkan pada saat rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat membahas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, karena skala makin besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Sebab, daerah-daerah di tanah air belum ada yang menetapkan status darurat Covid-9 di wilayah masing-masing.

Agus Wibowo menjelaskan jika daerah sudah menetapkan status keadaan darurat, maka status keadaan tertentu darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

Penanganan kasus virus corona (Covid 19) pun semakin intens dilakukan. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi sekaligus memberikan pengobatan terhadap mereka yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan situs covid19.go.id, sebanyak 140 rumah sakit di Tanah Air dijadikan rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Ada pula sejumlah tempat yang dijadikan rumah sakit darurat.

Salah satunya, pemerintah resmi menjadikan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai rumah sakit darurat untuk pasien Covid 19. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi, Senin 23 Maret 2020. Begitu dibuka, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran langsung menerima pasien.

Ada pula Rumah Sakit Darurat di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Pulau tersebut dulunya merupakan tempat penampungan warga Vietnam. Tempat tersebut telah dirapikan dan bisa menampung 460 pasien. Sejumlah tempat milik pemerintah lainnya juga dijadikan tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19.

9 Permainan Anak Tradisional Yang Seru dan Bermanfaat


Permainan anak beragam macamnya. Jika belakangan ini permainan anak mayoritas berbasis metode-metode tertentu seperti Montessori atau STEAM, mari menilik ke masa lampau, di mana beberapa permainan tradisional adalah permainan utama bagi anak-anak. Jarang terpapar televisi atau gawai, anak-anak zaman dulu lebih menikmati permainan tradisional yang lebih banyak dilakukan di luar rumah.

Menurut laman Parenting Science, permainan anak yang dilakukan di luar rumah memiliki banyak manfaat, di antaranya lebih rendah risikonya terpapar penyakit rabun jauh atau rabun dekat, lebih sehat karena sering terekspos sinar matahari, aktivitas fisiknya lebih tinggi, kemampuan atletiknya terasah dengan baik, bermanfaat dalam sisi psikologis, perkembangan bahasaadaptasi sosialnya baik, dan masih banyak manfaat lainnya.

Ada beragam permainan anak tradisional yang banyak manfaatnya untuk anak, beberapa di antaranya Ibupedia ulas dalam artikel ini:

  1. Gobak Sodor

Permainan anak tradisional yang satu ini masih banyak digemari oleh anak-anak. Permainan ini memerlukan 6-8 orang dan dilakukan secara berkelompok. Bagi anak, semakin banyak anggota yang berpartisipasi dalam sebuah permainan akan semakin seru. Untuk itulah mengapa gobak sodor masih menjadi favorit.

Dalam permainan anak ini, anak akan mendapat beragam jenis manfaat, di antaranya:

    • Mengasah kemampuan analisis strategi: kemampuan ini digunakan oleh Tim Serang untuk bisa meloloskan diri dari sergapan Tim Jaga. Tim Jaga juga menggunakan kemampuan ini untuk mempertahankan posisinya agar tidak ada Tim Serang yang bisa lolos.
    • Melatih kerjasama tim: karena permainan anak ini berkonsep tim, tentu anak akan bekerjasama dengan teman dalam timnya untuk memenangkan permainan.
    • Melatih ego dan kepercayaan pada orang lain: Untuk bisa lolos dari menembus penjagaan Tim Jaga, dalam bermain anak akan berlatih untuk mengelola emosinya dan memberi kepercayaan kepada teman se-timnya untuk bisa mengatur strategi dengan mengelabui lawan agar salah satu dari timnya bisa menembus pertahanan lawan.
    • Melatih ketangkasan anak: Tidak hanya manfaat secara tim yang didapat anak, melainkan juga manfaat untuk diri anak sendiri. Karena banyak bergerak, memerlukan gerakan gesit dan cepat, otomatis ketangkasan anak akan terlatih.
    • Melatih motorik kasar anak: gerakan kaki, keseimbangan tubuh dan tangan membuat motorik kasar anak yang juga ikut terlatih. Otot kaki, tangan, dan seluruh tubuhnya bergerak aktif selama permainan.
  1. Petak Umpet

Petak umpet atau permainan anak sembunyi-tangkap bisa dilakukan di dalam ruangan atau di luar ruangan. Tetapi jika dilakukan di luar ruangan akan lebih seru dan cakupan sembunyinya juga lebih luas. Permainan petak umpet juga populer di luar negeri dengan berbagai istilah.

Permainan anak ini membutuhkan seorang penjaga dan beberapa lainnya sembunyi. Seorang anak yang menjaga harus menghitung sampai angka tertentu yang disepakati sambil menutup mata dan bersandar di tembok atau tiang yang dijadikan ‘markas’. Markas ini nantinya harus direbut oleh anak-anak yang bersembunyi secara diam-diam, saat anak penjaga mencari pemain yang bersembunyi.

Manfaat petak umpet cukup beragam, lho, selain berguna untuk melatih kecakapan anak menghitung dengan tepat, permainan anak ini melatih sportivitas, melatih kreativitas dengan sembunyi dan merebut markas tanpa ketahuan, serta membantu anak belajar taat pada aturan permainan.

  1. Engklek

Permainan yang satu ini mempunyai sebutan berbeda-beda di setiap daerah. Selain Engklek, permainan anak ini juga disebut Kotak Sembilan, Jingkrak, atau Kacak. Permainan ini dilakukan di tanah datar atau aspal, dan memerlukan kapur atau potongan bata untuk menggambar jalur. Bila dimainkan di tanah bisa dengan batang kayu saja untuk mengukir lintasannya. Anak harus melompat di setiap kotak sambil mengangkat sebelah kakinya. Sebelum melompat, mereka harus melempar sebuah batu dan wajib menghindari kotak yang berisi batu saat melompat nanti.

Karena melompat menggunakan satu kaki, permainan anak satu ini bermanfaat untuk melatih otot pada kaki dan keseimbangan anak. Jika anak tidak berhasil menjaga keseimbangannya maka ia mereka akan terjatuh atau gagal dalam permainan. Koordinasi antara mata dengan kaki juga diandalkan dalam permainan. Sehingga dalam hal ini otak akan terasah untuk bisa mengoordinasikan organ tubuh dengan baik.

  1. Congklak

Congklak adalah permainan yang bisa dilakukan dengan duduk santai. Dimainkan 2 orang, permainan anak ini menggunakan papan khusus congklak dengan 14 lubang kecil dan 2 lubang besar. Masing-masing anak berhak atas 1 lubang besar dan 7 lubang kecil. Setiap lubang diisi 7 biji kerang atau biji buah sawo kecik atau biji lainnya yang lebih mudah ditemukan di setiap daerah. Lubang besar tidak diisi. Nantinya lubang besar akan diisi oleh biji jika permainan sudah dijalankan. Di akhir permainan, biji terbanyak di lubang besar adalah pemenang permainan.

Meski tidak dilakukan dengan berlari atau gerakan tubuh berusaha besar lainnya, permainan anak ini tetap bermanfaat. Yaitu, dapat melatih kemampuan analitis anak untuk menentukan biji dalam lubang mana yang harus berjalan agar peluang memasukkan biji ke lubang besar lebih besar. Selain itu, kemampuan motorik halus anak juga terasah saat mengambil sekumpulan biji dari lubang dan memasukkannya di lubang-lubang berikutnya. Koordinasi mata dengan tangan juga ikut terlatih, lho.

  1. Lompat Tali Atau Lompat Karet

Menurut laman Sahabat Keluarga Kemdikbud, permainan anak lompat tali merupakan konsep belajar yang secara psikologis membantu perkembangan belajar anak. Permainan ini sederhana. Hanya bermodalkan tali atau karet gelang yang disambungkan sampai panjang dan dipegang oleh anak di masing-masing ujungnya. Anak yang bermain akan melompati tali tersebut. Permainan lompat tali memiliki beberapa manfaat seperti, melatih motorik lewat lompatan anak, menyehatkan karena seluruh tubuh anak dipakai untuk bergerak, menumbuhkan keberanian anak dengan cara berani melompati tali dengan tinggi yang berbeda, selain itu juga menumbuhkan kepercayaan diri anak saat mencoba ketinggian yang berbeda.

  1. Bentengan

Permainan anak Bentengan dimainkan secara berkelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4-8 orang dan harus saling merebut markas lawan. Karena terdiri dari banyak orang, maka untuk bisa menawan anggota tim lawan dan merebut markas diperlukan strategi yang jitu dan ketangkasan pemain. Kelincahan juga harus dimiliki pemain karena pemain harus gesit untuk menghindar dari lawan dan mempertahankan markasnya.

Permainan ini bermanfaat untuk mengasah ketangkasan anak dan ketepatan strategi. Jiwa kepemimpinan anak juga akan terlatih, lho. Ada juga manfaat dalam hubungan sosial dengan teman dan kerjasama tim. Permainan ini juga melatih motorik anak agar terus aktif digunakan.

  1. Egrang

Bermain Egrang susah-susah gampang, nih. Permainan yang bisa dimainkan secara individu ini membutuhkan alat permainan dari kayu, bambu, atau tali yang dikaitkan pada batok kelapa. Egrang dari kayu atau bambu memiliki pijakan yang lebih tinggi dari permukaan tanah, sedangkan egrang dari tali dan batok kelapa biasanya tidak terlalu tinggi. Diibaratkan egrang adalah kaki pengganti atau sepatu yang harus digunakan anak saat memainkannya.

Karena posisinya yang membuat anak tidak langsung menginjak tanah, maka anak perlu menjaga keseimbangan tubuhnya. Inilah manfaat permainan egrang. Anak bisa melatih otot kakinya, otot tangan yang mengendalikan bilah kayunya, keseimbangan tubuhnya, serta koordinasi antara tangan dan kakinya agar egrang bisa bergerak tanpa anak terjatuh.

  1. Kelereng

Bermain kelereng atau gundu, seringkali terkesan remeh. Padahal, permainan anak satu ini juga memiliki manfaat untuk perkembangan anak. Kelereng setiap pemain dikumpulkan di dalam sebuah lingkaran, kemudian seorang anak yang mendapat giliran sebagai pembidik akan membidikkan kelerengnya ke kumpulan kelereng teman-temannya. Bila tepat mengenai, kelereng yang terkena bidikan biasanya akan menjadi miliki si pembidik. Kelihatannya sih mudah, tapi rupanya tidak lho. Tidak semua anak berhasil membidik dengan tepat.

Permainan ini mengasah konsentrasi anak, menyeimbangkan koordinasi mata dan jari untuk membidik kelereng, serta toleransi dan keikhlasan mematuhi aturan jika kelereng miliknya harus menjadi milik anak lain.

  1. Bola Bekel

Bola bekel mayoritas dimainkan oleh anak perempuan tetapi tak jarang anak laki-laki pun menguasai permainan ini. Permainan ini menggunakan satu buah bola kecil dan 5 biji bekel. Anak harus bisa menggenggam seluruh biji bekel beserta bolanya, kemudian melempar bola dan meletakkan biji. Selanjutnya biji bekel diambil satu persatu sesuai urutan hitungan sambil melempar bolanya. Pemain harus berhenti jika ia tidak berhasil meraih bola dan biji bekel dalam sekali lemparan bola.

Permainan ini bermanfaat bagi anak untuk motorik halusnya. Genggaman yang tepat akan menjaga bola dan biji bekel tidak terjatuh. Selain itu koordinasi mata dengan tangan juga diasah untuk meraih bola dan biji bekel bersamaan, Otak bagian eksak juga terasa, lho. Karena anak akan fokus pada hitungan saat mengambil biji bekel berurutan. Pemikiran untuk membuat strategi juga terlatih, karena anak akan mencari cara jitu agar saat hitungan semakin besar, ia bisa meraih semua biji bekel secara bersamaan dalam satu lemparan bola.

Tidak menyangka, bukan, bahwa ternyata permainan anak zaman dulu banyak manfaatnya untuk tumbuh kembang anak. Bahkan, dari semua permainan tersebut, ada manfaat paling dominan yang berguna untuk anak. Yaitu bersosialisasi dengan teman-temannya.

 

7 Langkah Proses Pembuatan Logo dari Awal


Logo adalah sebuah gambar yang merepresentasikan merek atau bisnis. Logo terbentuk dari kombinasi gambar dan tipografi yang berbeda satu sama lain. Tidak ada bisnis, apalagi bisnis besar yang tidak memiliki logo. 

Setiap harinya banyak logo yang kita lihat dan jumpai dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Namun perlu diketahui bahwa penggunaan jenis logo sebaiknya disesuikan dengan profil perusahaan dan bisnis yang dijalankan.

7 Langkah Proses Pembuatan Logo dari Awal

Berikut ini 7 Langkah Proses Pembuatan Logo dari Awal  :

1.     Designs Brief (Desain Briefing)

 



Beranda  ›  Logo  ›  Tentang Desain Grafis

7 Langkah Proses Pembuatan Logo dari Awal

Ditulis OnlyRiduan  Rabu, 04 November 2020  Tulis Komentar

 

Logo adalah sebuah gambar yang merepresentasikan merek atau bisnis. Logo terbentuk dari kombinasi gambar dan tipografi yang berbeda satu sama lain. Tidak ada bisnis, apalagi bisnis besar yang tidak memiliki logo. 

Setiap harinya banyak logo yang kita lihat dan jumpai dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Namun perlu diketahui bahwa penggunaan jenis logo sebaiknya disesuikan dengan profil perusahaan dan bisnis yang dijalankan.

Baca Juga :

Nah disinilah peranan pada desainer untuk menciptakan berbagai bentuk dan ukuran logo sesuai dengan profil perusahaan dan bisnis yang dijalankan. 

 

7 Langkah Proses Pembuatan Logo dari Awal

Berikut ini 7 Langkah Proses Pembuatan Logo dari Awal  :

1. Designs Brief (Desain Briefing)


 

Tahap pertama yaitu designs brief atau yang disebut penerangan singkat yang diberikan perusahaan atau perorangan kepada desainer agar mengetahui apa tujuan dari desain logo tersebut. pada tahap ini perusahaan akan menjelaskan tujuan perusahaan atau produk, nama yang akan di jadikan logo desain, dan hal- hal yang berkaitan dengan perusahaan tersebut.

Berikut info yang dibutuhkan :

  • Apa visi dan misi perusahaan tersebut ?
  • Siapa target market perusahaan tersebut ?
  • Siapa kompetitor perusahaan tersebut ?
  • Bagaimana posisi perusahaan tersebut dimata masyarakat ?
  • Apakah perusahaan tersebut sudah memiliki nilai-nilai desain sebelumnya ?
  • Berapa budget yang dibutuhkan untuk menyelesaikan logo tersebut ? (optional)
  • Berapa lama target penyelesaian logo tersebut ?

2. Riset (Penelitian)


Bermodalkan informasi dari klien, Desainer dalam tahap ini mulai melakukan riset. Riset disini meliputi pencarian berbagai data mengenai perusahaan klien, seperti jenis usaha klien dan pesaing klien serta pasar usaha dari perusahaan tersebut.


Berikut poin-poinnya :

  • Mendapatkan sumber informasi yang dibagi menjadi  2 jenis. Pertama, langsung dari informannya. Kedua, secara tidak langsung yaitu melalui internet, atau produk yang telah dihasilkannya.
  • Melakukan riset terhadap kompetitor bidang usaha yang sejenis dengan perusahaan tersebut.
  • Setelah mendapatkan semua informasi, buatlah mind mapping.

3. Referensi


 

Proses ini adalah proses pencarian referensi tentang logo-logo yang digunakan perusahaan sejenis dan melihat logo mana yang efektif atau pun tidak. Hal lain dalam proses ini yang juga perlu diperhatikan adalah melihat trend dan gaya logo yang digunakan untuk perusahaan terkait.

Sumber referensi untuk desainer logo :

·        4. Sketsa dan Konsep (Gambaran Kasar)

·        



Beranda  ›  Logo  ›  Tentang Desain Grafis

7 Langkah Proses Pembuatan Logo dari Awal

Ditulis OnlyRiduan  Rabu, 04 November 2020  Tulis Komentar

 

Logo adalah sebuah gambar yang merepresentasikan merek atau bisnis. Logo terbentuk dari kombinasi gambar dan tipografi yang berbeda satu sama lain. Tidak ada bisnis, apalagi bisnis besar yang tidak memiliki logo. 

Setiap harinya banyak logo yang kita lihat dan jumpai dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Namun perlu diketahui bahwa penggunaan jenis logo sebaiknya disesuikan dengan profil perusahaan dan bisnis yang dijalankan.

Baca Juga :

Nah disinilah peranan pada desainer untuk menciptakan berbagai bentuk dan ukuran logo sesuai dengan profil perusahaan dan bisnis yang dijalankan. 

 

7 Langkah Proses Pembuatan Logo dari Awal

Berikut ini 7 Langkah Proses Pembuatan Logo dari Awal  :

1. Designs Brief (Desain Briefing)


 

Tahap pertama yaitu designs brief atau yang disebut penerangan singkat yang diberikan perusahaan atau perorangan kepada desainer agar mengetahui apa tujuan dari desain logo tersebut. pada tahap ini perusahaan akan menjelaskan tujuan perusahaan atau produk, nama yang akan di jadikan logo desain, dan hal- hal yang berkaitan dengan perusahaan tersebut.

Berikut info yang dibutuhkan :

  • Apa visi dan misi perusahaan tersebut ?
  • Siapa target market perusahaan tersebut ?
  • Siapa kompetitor perusahaan tersebut ?
  • Bagaimana posisi perusahaan tersebut dimata masyarakat ?
  • Apakah perusahaan tersebut sudah memiliki nilai-nilai desain sebelumnya ?
  • Berapa budget yang dibutuhkan untuk menyelesaikan logo tersebut ? (optional)
  • Berapa lama target penyelesaian logo tersebut ?

 

2. Riset (Penelitian)


 

Bermodalkan informasi dari klien, Desainer dalam tahap ini mulai melakukan riset. Riset disini meliputi pencarian berbagai data mengenai perusahaan klien, seperti jenis usaha klien dan pesaing klien serta pasar usaha dari perusahaan tersebut.

Baca Juga : Macam-Macam Jenis Desain Logo Yang WAJIB Diketahui dan Contohnya

Berikut poin-poinnya :

  • Mendapatkan sumber informasi yang dibagi menjadi  2 jenis. Pertama, langsung dari informannya. Kedua, secara tidak langsung yaitu melalui internet, atau produk yang telah dihasilkannya.
  • Melakukan riset terhadap kompetitor bidang usaha yang sejenis dengan perusahaan tersebut.
  • Setelah mendapatkan semua informasi, buatlah mind mapping.

 

3. Referensi


 

Proses ini adalah proses pencarian referensi tentang logo-logo yang digunakan perusahaan sejenis dan melihat logo mana yang efektif atau pun tidak. Hal lain dalam proses ini yang juga perlu diperhatikan adalah melihat trend dan gaya logo yang digunakan untuk perusahaan terkait.

Sumber referensi untuk desainer logo :

 

4. Sketsa dan Konsep (Gambaran Kasar)


 

Informasi sudah terkumpul dan desainer mulai membuat sebuah konsep dan pembuatan sketsa logo. Sketsa dapat dilakukan secara manual (sketsa tangan) pada kertas dengan menggunakan bolpoin atau pencil.

Berikut tips mempermudah membuat sketsa tangan :

  • Memberikan sedikitnya 2 alternatif gambar setiap kata kunci yang dipilih.
  • Mempertimbangkan untuk menggunakan konsep White Space & The Color of Black.

 

Contoh Sketsa Logo UP :


Setelah proses sketsa selesai, bisa dilakukan proses desain menggunakan aplikasi desain seperti; Coreldraw atau Adobe Ilustrator dan aplikasi desain lainnya.

 

5. Feedback (Umpan Balik)


 

Setelah sketsa dibuat, biasanya desainer ingin melihat feedback atau respon dari orang lain terhadap sketsa dari logo tersebut. Memperlihatkan hasil sketsa kepada rekan kerja atau orang yang lebih tau dibidang ini adalah hal yang bisa dilakukan untuk mendapat kritik dan saran yang membangun.

Berikut beberapa tips untuk memulai feedback dan review :

  • Listening. Mendengarkan setiap masukan baik dari klien, komunitas, atau orang terdekat.
  • Open Minding. Mulai membuat list dari masukan yang tepat dan mempertimbangkannya.
  • Analyzing. Masukan yang baik dapat memberikan beberapa alternatif desain logo.

 

6. Revisi (Perbaikan)


 

Terkadang dari step diatas desainer mendapat suatu masukan yang membangun dan berencana melakukan suatu perbaikan atau revisi pada desain logo yang telah ia buat.

 

7. Presentasi


  •  

ika hasil desain sudah dirasa cukup, tahap selanjutnya yaitu bagaimana cara mempresentasikannya kepada klien. Ada beberapa pertimbangan saat ingin mempresentasikan kepada klien :

  • Presentasi secara langsung lebih disarankan untuk desainer grafis menjelaskan konsep desain yang sedang dibuat. Ambil kesempatan untuk dapat bertemu dengan klien.
  • Selain gambar Mock Up akan lebih baik lagi jika desainer logo dapat memberikan contoh produk yang dihasilkan

 

 

·        Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Di Masa Pandemi

·        Dunia sedang mengalami pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Penularan virus yang begitu cepat membuat orang menjadi khawatir dan cemas. Begitu pula dampaknya, mulai dari segi ekonomi, sosial, agama, dan juga psikologis. Nah, dari segi psikologis dapat dilihat kesehatan mental di masa pandemi.

·        

·        Baca Juga: Bagaimana Supaya Tetap Akur dengan Pasangan Selama Pandemi?

·        Pandemi menimbulkan kecemasan dan kegelisahan dalam masyarakat dan keadaan ini harus secepatnya diatasi. Kita tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Sehingga rasa cemas sebaiknya segera diatasi karena kecemasan dapat membuat imun seseorang menjadi turun dan mudah terpapar virus.

·        Pandemi menyebabkan orang yang biasanya bekerja dan beraktivitas di luar rumah, sekarang semua hal harus dilakukan dari rumah. Keadaan yang dikhawatirkan dari kondisi pandemi ini, selain penyakit Covid, juga penyakit kesehatan mental karena perubahan yang terjadi secara drastis pada seseorang dapat menyebabkan orang tersebut gampang terkena gangguan mental.

·        Kondisi pandemi dapat mengancam kesehatan mental semua orang. Namun, ada beberapa kelompok yang rentan terkena stres antara lain lansia, orang yang memiliki penyakit kronis, anak-anak, remaja, ibu hamil, dan para tenaga kesehatan (nakes) yang merawat pasien Covid-19.

·        Selain itu,  ada juga yang berisiko tinggi terkena penyakit kesehatan mental, yaitu orang yang sebelumnya pernah memiliki riwayat gangguan mental, termasuk juga mereka yang bermasalah dengan penggunaan narkoba. Berikut penjelasan tentang kesehatan mental, yuk kita simak.

·        Pengertian Kesehatan Mental

·        Kesehatan mental adalah salah satu kajian ilmu jiwa kejiwaan yang sudah dikenal sejak abad ke-19 dan kesehatan mental adalah suatu keadaan emosional serta psikologis yang baik. Kesehatan mental sendiri pada dasarnya harus dirawat keberadaannya agar mental tetap sehat.

·        Pengertian anxiety (cemas)

·        Anxiety adalah suatu perasaan yang tidak tentu yang kemudian perasaannya berisi ketakutan serta keprihatinan akan sesuatu di masa mendatang. Kecemasan juga merupakan suatu perasaan subjektif, mengenai ketegangan mental. Dan hal menggelisahkan tersebut muncul sebagai reaksi dari ketidakmampuan mengatasi sesuatu atau bisa jadi karena rasa tidak aman.

·        Baca Juga: Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah, dan Tanda-tandanya

·        Gejala gangguan kesehatan mental

·        Gejala gangguan jiwa ringan (cemas, depresi, psikosomatis, dan kekerasan):

·        – Perasaan khawatir

·        – Firasat buruk

·        – Takut akan pikirannya sendiri

·        – Mudah tersinggung

·        – Merasa tegang

·        – Merasa tidak tenang

·        – Gelisah

·        – Mudah terkejut

·        – Takut sendirian, takut pada keramaian, dan banyak orang

·        – Gangguan pola tidur, mimpi-mimpi yang menegangkah

·        – Gangguan konsentrasi dan daya ingat

·        -berdebar-debar, sesak nafas, gangguan pencernaan, dan sakit kepala

·        Gejala gangguan kesehatan mental berat (skizofernia, manik depresif, dan psikotik lainnya)

·        – Bicaranya tidak nyambung

·        – Sering berperilaku menyimpang

·        – Tidak bisa mengontrol diri, sehingga terkadang mengamuk

·        Namun, gejala-gejala yang disebutkan di atas belum tentu dirasakan oleh semua orang yang memiliki gangguan kesehatan mental ya, Sahabat Sehat. Karena setiap orang memiliki gejala yang berbeda-beda.

·        Hal yang harus dilakukan guna menjaga kesehatan mental di masa pandemi

·        Agar Sahabat semua tetap waras dan dapat beraktivitas seperti biasa pada masa pandemi, ada beberapa tips yang dapat dilakukan:

·        – Penyesuaian diri harus dilakukan dengan semua yang terjadi di lingkungan sekarang. Melakukan penyesuaian berguna untuk mendapat keharmonisan dan keselarasan, antara tuntutan lingkungan dengan tuntutan di dalam diri.

·        – Membangun mindset atau motivasi. Kesehatan mental yang baik harus dibangun melaui mindset dan motivasi, agar pikiran yang ada tidak menimbulkan stres yang akan mengganggu kesehatan mental.

·        – Menjalankan hobi. Menjalani hobi sebagai pelarian dari kesibukan dan juga pemikiran setiap hari yang menumpuk. Nantinya, melaukan hobi akan meningkatkan mood dan menjaga kesehatan mental kita. Makanya, banyak di masa sekarang, orang yang memiliki hobi baru seperti berkebun ataupun berternak. Banyak orang yang memiliki waktu luang, yang akhirnya dimanfaatkan dengan hal-hal baru. Ini menunjukkan, banyak orang yang sudah pintar memanage hidupnya di masa pandemi.

·        – Menyaring informasi, karena informasi di tengah pandemi juga nyatanya bisa mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Di era sekarang, yaitu era digital 4.0, media sosial menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kecemasan seseorang. Suatu berita yang menjelaskan tentang wabah, bisa menyebabkan kecemasan dan respon yang negatif. Dan ingat, tak semua berita atau informasi sifatnya benar. Sehingga, Sahabat Sehat harus pintar dalam menyaring informasi di masa pandemi ini.  Sahabat harus dapat memilih media sosial ataupun platform mana yang bisa menyediakan serta memelihara komunikasi yang benar, akurat, dan jujur. Sehingga tidak mudah terhasut oleh berita atau informasi yang tidak jelas dan hoax. Hal itu, juga melindungi kesehatan mental kalian.

·        Jadi, diharapkan Sahabat Sehat agar tetap menjaga kesehatan mentala di masa pandemi ini. Mulai bergantunglah pada diri sendiri, harus lebih peduli akan kesehatan mental. Karena intinya, setiap manusia bebas dalam menentukan pilihannya.

·        Kesimpulan yang dapat diambil adalah pandemi ini memang masalah global, yang dirasakan seluruh dunia, serta tida bisa dihindari. Tidak hanya kesehatan fisik saja yang diserang, tetapi juga kesehatan mental. Solusi yang paling baik dan paling mendasar satu-satunya adalah memberikan stigma positif kepada diri sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGALAMAN PKL DI DIVISI KONTEN MEDIA BARU ATAU KMB TVRI BALI

INTRO DAN OUTRO